gebyar 4 pelatihan (narapidana)
NARAPIDANA BERKESEMPATAN MENGIKUTI DIKLAT PADA GEBYAR PELATIHAN
Tepat hari senin tanggal 8 Maret 2010, bertempat di auditorium BPPP Banyuwangi, dibuka 4 pelatihan bagi masyarakat. Jenis pelatihan yang dibuka saat itu adalah PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN LEMURU (CRISPY) BAGI WANITA NELAYAN, PELATIHAN PENANGKAPAN IKAN DENGAN PANCING BAGI NELAYAN, PELATIHAN PEMBENIHAN/PEMBESARAN IKAN LELE BAGI NARAPIDANA LAPAS KELAS II B BANYUWANGI DAN MANAJEMEN USAHA PERIKANAN BAGI PEDAGANG IKAN
Perlu diketahui bahwa BPPP Banyuwagi merupakan UPT kediklatan Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dengan wilayah kerja meliputi Propinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan Selatan yang terdiri atas 75 kabupaten dan 10 kota yang mempunyai tugas pokok Melaksanakan kegiatan bimbingan serta pelatihan teknis dan manajerial di bidang usaha perikanan.
SDM perikanan yang ada di wilayah kerja BPPP Banyuwangi (tahun 2006) terdapat sebanyak 558.558 orang dengan latar belakang pekerjaan sebagai nelayan penangkap ikan, pengolah dan pembudidaya serta aparatur sektor perikanan. Secara umum, dari jumlah SDM tersebut yang sudah dilatih selama 2004 - 2009 adalah 4765 orang. Jumlah pelatihan selama tahun 2010 direncanakan sebanyak 38 kegiatan kediklatan yang terdiri atas :
1. Sumber dari APBN = 18 dengan output = 540 orang
2. Sumber dari kemitraan = 20 dengan output = 1000 orang
Sedangkan realisasi s/d awal Maret 2010 sebanyak 5 kegiatan kediklatan dengan jumlah peserta 326 orang.
Secara khusus, apabila ditinjau dari sumberdaya di wilayah kerja kediklatan dapat tergambarkan besarnya potensi sumberdaya perikanan dan SDM pelaku usaha perikanan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Data sampai dengan tahun 2006 didapatkan adanya potensi lestari penangkapan ikan sebesar 1.116.569 ton dan potensi budidaya sebesar 1.094.493 ton dengan produksi penangkapan ikan sebesar 491.283,90 ton dan produksi budidaya perikanan sebesar 204.795,8 ton. (data IKD BPPP Banyuwangi, 2006). Angka ini menunjukkan bahwa indeks potensi penangkapan ikan dibandingkan dengan SDM adalah 3,40 dan indeks antara produksi penangkapan ikan dengan SDM adalah 1,49. Hal ini menunjukkan adanya selisih yang selanjutnya dapat disebut sebagai kesenjangan dalam produktifitas SDM sebesar (-) 1,90 atau minus 56 % dari produktifitas optimum. Demikian juga apabila ditinjau pada indeks antara potensi budidaya perikanan dengan SDM menunjukkan adanya kesenjangan produktifitas SDM sebesar (-) 1,15 atau minus 39,19%.
Meski tantangan sangat berat, BPPP Banyuwangi telah mampu menciptakan pengembangan sektor ekonomi di wilayah pesisir sebagai hasil pembinaan nelayan di desa mitra seperti yang terjadi di Desa Blimbingsari Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Di desa ini telah terbentuk kawasan wisata kuliner yang sangat dikenal bahkan sampai di Jember dan Bali.
Demikian juga pada era globalisasi ini diperlukan tenaga atau SDM yang memiliki standar kompetensi sesuai bidangnya. Untuk itulah BPPP Banyuwangi juga mulai melakukan standarisasi pelatihan dan mengadopsi standard kompetensi profesi sesuai dengan kebijakan Badan Pengembangan SDM KP dimana untuk tahun 2010 ini BPPP Banyuwangi diharapkan dapat dilakukan verifikasi tempat uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Untuk itulah pada hari ini akan dilakukan kegiatan seminar tempat uji kompetensi dan sertifikasi penyuluh perikanan dengan narasumber dari Direktur LSP.
Adapun dalam kegiatan pelatihan di Banyuwangi ini terdapat 4 (empat) jenis dengan latar belakang yaitu :
1. Pelatihan Pengolahan Lemuru Crispy Bagi Wanita Nelayan Banyuwangi,
- Dilatarbelakangi oleh potensi sumberdaya ikan lemuru di selat Bali yang
merupakan sumber produksi lemuru terbesar di asia Tenggara
2. Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Pancing Bagi Nelayan banyuwangi,
- Dilatarbelakangi adanya potensi ikan pelagis besar yang berupa ikan
tuna dan tenggiri yang mempunyai nilai ekonomis tinggi
3. Pelatihan Manajemen Usaha Perikanan di Banyuwangi,
- Dilatarbelakangi oleh tingginya produksi dan peredaran ikan yang ada
di kabupaten Banyuwangi tetapi kesejahteraan pelaku usaha masih
rendah karena belum adanya konsep manajemen pengelolaan usaha
yang jelas
4. Pelatihan Pembesaran Ikan Lele Bagi Narapidana Lapas Banyuwangi
- Dilatarbelakangi pada tindak lanjut atas MOU antara Kepala Badan
Pengembangan SDM Departemen Kelautan dan Perikanan dan Dirjen
Pemasyarakatan Dephumkam pada tahun 2009
Pelatihan-pelatihan tersebut bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwang dan LAPAS Kelas II Banyuwangi.
