SPECIES IKAN PALING SETIA ENDEMIC DI INDONESIA
IKAN PALING SETIA PADA PASANGANNYA...
Kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan bangsa Indonesia sangat melimpah. Hal ini tidak hanya isapan jempol semata dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Apabila kita betul-betul menelaah dan menghargai kekayaan alam yang dilimpahkan Tuhan kepada bangsa ini. Mungkin rakyat Indonesia sudah menjadi bangsa dengan kemandirian kokoh sesuai dengan semangat bahari para nenek moyang kita yang dengan cukup sigapnya mengibarkan layar pinisi dan mengayuhkan semangat di dada mereka. Cukup beruntunglah kita lahir di bumi Indonesia ini...
Berbagai macam sumberdaya alam seperti hutan hujan tropis dengan berbagai flora dan fauna yang tiada bandingannya dengan negara lain menjadi kebanggaan negeri khatuliswa ini. Panjang garis pantai Indonesia 85.181 km dibingkai dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias yang menghuni didalamnya. Permintaan ikan hias air laut dari Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun. Namun hal ini tidak dikuti dengan pelestarian sumberdaya alam terutama terumbu karang sebagai tempat hidup ikan tersebut.
Premnas epigrammata
Salah satu ikan hias air laut yang cukup menjadi minat aquaris adalah Clownfish jenis Premnas epigrammata. Ikan ini merupakan satu-satunya ikan hias air laut di dunia dan hanya hidup menetap (endemic) di perairan laut Padang Sumatera Barat. Mungkin belum banyak orang yang mengetahui salah satu kekayaan alam Indonesia ini. Ikan yang juga disebut ikan balong ini sudah lama di eksploitasi oleh masyarakat lokal dengan harga rendah namun para eksportir memberikan harga yang lumayan terhadap ikan ini.
Premnas epigrammata mempunyai pola dasar warna merah dipadu dengan 3 garis vertikal warna kuning keemasan yang cukup menarik serta tingkah laku yang khas seperti berenang pada suatu tempat seperti anemon, bersifat menggerombol, hanya beraktivitas pada siang hari, dan memiliki karakter reproduksi hermaprodite protandri. Premnas epigrammata juga mempunyai sifat setia seumur hidup pada pasangannya (monogami) sehingga tidak perlu repot-tepot bertarung dengan Premnas epigrammata lain untuk memperebutkan betinanya.
Simbiosis mutualisme Premnas dengan anemon
Premnas epigrammata tinggal serta berlindung di karang dan daerah pantai dengan kedalaman kurang dari 50 meter. Tempat hidup ikan ini berada diantara tentakel-tentakel anemone. Secara khusus Premnas epigrammata bersimbiosis dengan beberapa anemon yaitu Heteractis magnifica, Stichodactyla gigantean, dan Stichodactyla mertensii. Premnas epigrammata mempunyai simbiosis mutualisme dengan anemon. Di alam, kehadiran Premnas epigrammata pada anemon dapat melindunginya dari agresifitas beberapa jenis ikan seperti ikan angle atau ikan butterfly yang akan memangsa tentakelnya. Sebaliknya Premnas epigrammata memanfaatkan anemon tersebut sebagai tempat berlindung dari musuh alaminya. Apabila ada gangguan dari ikan lain, maka Premnas epigrammata akan masuk diantara rumbai tentakel anemon dan selanjutnya anemon akan menutup diri seperti bola. Sedangkan bila jenis ikan lain mencoba masuk diantara tentakel anemon, maka ikan tersebut akan stress dan warnanya akan lebih pucat daripada warna aslinya. Hal ini terjadi karena adanya sengatan dari ujung tentakel anemon.
Seperti halnya penghuni laut lainnya, Premnas epigrammata sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk melawan racun dari anemon. Meskipun demikian mereka memiliki taktik yang jitu bagaimana mengatasi racun tersebut. Tentakel anemon dilapisi oleh lendir yang memiliki kandungan tertentu untuk melindunginya dari sengatan tentakel yang lain atau tersengat oleh tentakel sendiri. Lendir inilah yang dimanfaatkan oleh Premnas epigrammata untuk melindungi badannya dari sengatan tentakel anemon. Premnas epigrammata dapat bertahan beberapa saat terhadap sengatan tentakel sebelum lumpuh. Dengan cara menggosok-gosokkan badannya secara cepat pada tentakel Premnas epigrammata dapat melumuri seluruh tubuhnya dengan lendir antisengat tentakel. Dalam waktu satu jam seekor Premnas epigrammata akan bisa menyelimuti seluruh tubuhnya dengan lendir antisengat tersebut, sehingga pada akhirnya dia akan kebal sama sekali terhadap sengatan tentakel. Dengan demikian, mereka akhirnya akan aman bermain dan berada diantara tentakel-tentakel anemon. Pada malam hari mereka sering tidur dengan berselimutkan tentakel-tentakel tersebut. Apabila Premnas epigrammata dipisahkan dari anemon selama beberapa jam, mereka akan segera kehilangan kekebalannya. Untuk menjadi kebal kembali mereka perlu beradaptasi dan memerlukan waktu seperti disebutkan diatas.
Oleh : Dian Tugu, WT
(Instruktur BPPP Banyuwangi)
