headerphoto

SAFARI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN LELE DI KABUPATEN TABANAN - BALI

Selasa, 13 Juli 2010 10:01:04 - oleh : admin

EKSOTISME LELE DI PULAU DEWATA

 

Bali…. Sekilas satu kata tersebut mengingatkan  kita  akan salah satu Provinsi di Indonesia yang terkenal dengan keindahan alam, kekayaan budaya, kelezatan kuliner dan keramahan masyarakatnya.  Namun ternyata Bali tidak cukup hanya di situ saja.  Saat ini Pulau Dewata tersebut sedang menggalakkan potensi perikanan baik di darat maupun di laut guna meningkatkan produktifitas komoditas  minapolitan.  Diantara beberapa Kabupaten yang ada di Propinsi Bali, terdapat sebuah Kabupaten yang mempunyai potensi perikanan air tawar yang cukup besar. Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Tabanan.  Pada Kabupaten tersebut terdapat beberapa komoditas perikanan air tawar yang sedang digalakkan yaitu Ikan Lele, Ikan Gurame, Ikan Mas, Ikan Patin, Ikan Nila, Udang Galah, Lobster Air Tawar dan masih banyak lagi komoditas yang lainnya. Beberapa komoditas tersebut sudah dikembangkan di beberapa Balai Benih Ikan (BBI)  dan Kelompok Usaha Pembudidaya Ikan air tawar di bawah koordinasi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan Bali.  Pada Kabupaten ini telah memiliki lebih dari 50 kelompok usaha pembudidaya ikan air tawar yang tersebar disetiap desa dan kecamatan yang merupakan aset Sumber Daya Manusia yang cukup memadai.  Potensi perikanan yang ada yaitu budidaya di karamba jaring apung 50 unit,  budidaya mina padi 12. 557,00 ha, budidaya kolam 2.006,10 ha, budidaya disaluran irigasi 114, 39 km (Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan, 2010).

 

Lokasi Pelatihan dan Potensi Perikanan Kab. Tabanan

 

Namun potensi alam yang demikian besar harus didukung dengan Sumber Daya Manusia yang mampu menggerakkan dan memproduktifkan potensi perikanan tersebut.   Dengan melihat potensi kualitas dan kuantitas Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia di daerah tersebut maka pada tanggal 06 s/12 Juli 2010 telah dilaksanakan Safari Diklat Budidaya Ikan Lele di Kabupaten Tabanan Bali yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan Bali.  Diklat tersebut diikuti oleh 30 orang peserta  pelatihan yang  berasal dari beberapa kelompok pembudidaya ikan air tawar  Kabupaten Tabanan.  Materi yang disampaikan sebanyak 56 jam pelajaran yang terdiri dari Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan, Peraturan Perundang-undangan Perikanan, Biologi Ikan, Pembuatan kolam / wadah budidaya, Pengelolaan Benih, Teknik Pemeliharaan, Pembuatan Pakan, Pengelolaan Kualitas Air, Pengendalian Hama dan Penyakit, Panen dan Transportasi, Analisa Usaha dan  Akses Permodalan.  Untuk memacu keterampilan dan pengetahuan peserta pelatihan maka diklat tersebut lebih difokuskan pada 70% praktek dilapangan dan 30% penyampaian teori secara klasikal di kelas.

Pembukaan Pelatihan Oleh Bupati Tabanan dan Anggota DPR RI.

 

Safari Diklat Budidaya Ikan Lele tersebut Di buka oleh Bapak Bupati Kabupaten Tabanan N. Adi Wiryatama, S.Sos, M.Si.  Untuk pencapaian  produktifitas komoditi monapolitan, Bupati Tabanan ini telah membuat kontrak produksi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk meningkatkan hasil perikanan dari 10 % hingga 35 %.  Dalam pidatonya, Bupati Tabanan menginginkan peningkatan produksifitas perikanan selain dengan peningkatan sumber daya manusia juga berdasarkan 3 hal  yaitu Ekstensifikasi atau memperluas/menambah unit usaha budidaya, Intensifikasi atau meningkatkan jumlah dari setiap unit usaha budidaya, Diversifikasi atau memperbanyak variasi spesies & sistem budidaya. Adi Wiryatama juga menyatakan bahwa bantuan modal dari pemerintah daerah untuk rehabilitasi kolam dapat berasal dari DAK, sedangkan untuk operasional budidaya dapat berasal dari dana APBD. Memang Pemerintah Daerah Kabupaten mempunyai antusiasme yang sangat besar terhadap peningkatan produksi perikanan di Pulau Bali Khususnya.  Selain potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang cukup besar.  Bali Juga merupakan salah satu tujuan  terbesar pemasaran domestic produk-produk perikanan di Indonesia.  Sebagian besar ikan yang mengisi piring-piring di restaurant bintang lima hingga warung lesehan di seluruh Pulau Dewata ini berasal dari Pulau Jawa dan sekitarnya. Bisa dibayangkan setiap harinya lebih dari 5 ton ikan konsumsi yang melewati pelabuhan penyeberangan  Ketapang Gilimanuk.  Dengan demikian potensi pasar tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bali dan Tabanan pada Khususnya untuk lebih meningkatkan produksi perikanan mereka. 

 

            Penyampaian Materi oleh Direktur Perbenihan KKP

 

Acara pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Dr. Ketut Sugama, M.Sc, Direktur Perbenihan Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai narasumber yang memberikan materi tentang Program Peningkatan Perikanan Budidaya Tahun 2010-2014.  Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Drs. I Made Urip, M.Si selaku anggota DPR RI  Komisi IV.   Dalam kesempatan tersebut Dr. Ketut Sugama, M.Sc menyampaikan dalam materinya bahwa Pulau Bali mempunyai kekuatan yang tinggi untuk meningkatkan produksi perikanan yaitu potensi lahan, keanekaragaman hayati, fisiografi dan sumber daya manusia (SDM).  Peraih penghargaan bergengsi  “Crawford Fund” di Adelaide, Australia ini juga menyampaikan bahwa strategi pencapaian sasaran produksi perikanan budidaya dapat dilakukan dengan pemilihan spesies kultivar, penggunaan induk/benih unggul, penyediaan sarana dan prasarana budidaya yang memadai, pemberdayaan pokdakan, meningkatkan daya saing, pengendalian hama penyakit ikan, Bantuan permodalan dan Penyediaan paket-paket produksi APBN.  Dalam kesempatan itu juga Ketut Sugama akan memberikan bantuan mesin pembuat pakan kepada beberapa kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Tabanan.

Praktek Penilaian Kualitas Air

 

Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan, para peserta pelatihan sangat aktif melaksanakan praktek-praktek yang di sampaikan oleh pelatih dari BPPP Banyuwangi.  Sebagian besar peserta pelatihan merupakan pembudidaya ikan pemula sehingga mereka sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan. Kegiatan praktek yang dilakukan selama pelatihan yaitu pemilihan lokasi dan pembuatan kolam, penilaian kualitas air, pembuatan pakan, pengobatan dan pencegahan penyakit dan cara panen.  Setelah melaksanakan pelatihan tersebut para peserta rata-rata dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang budidaya perikanan khususnya ikan lele sehingga diharapkan dapat melaksanakan budidaya ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi perikanan indonesia di masa yang akan datang.

Praktek Penebaran Benih Ikan Lele

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Umum" Lainnya